Rabu, 06 Maret 2013

Upgrade Injector

Akhirnya datang juga.. Udah lama gw nunggu stok injektor racing dan beberapa minggu lalu udah dateng stoknya dari penjual online. Ga usah lama-lama, ini gambarnya..





Injektor ini kalo ga salah mereknya Maxtreme dan dari fisiknya sih gw liat ada 10 lubang. Menurut penjualnya, flow rate-nya ini 98 cc/min dan ini adalah flow rate paling besar yang dia punya. Flow rate adalah berapa banyak bensin yang bisa disemprotkan oleh injector tersebut selama satu menit dengan kontinu dan dengan tekanan bensin tertentu. Flow rate secara tidak langsung akan menentukan berapa target horsepower mesin maksimum. Sementara itu menurut penjualnya juga, standar Vixion adalah 35 cc/min dengan 6 lubang. Buat yang paham pasti ga langsung percaya angka flow rate ini begitu aja. Kenapa begitu?

Argumen pertama:
--> Mencari tahu berapa daya maksimum yang bisa dikeluarkan oleh injector standar dengan flow rate 35cc/min dan membandingkan dengan daya mesin Vixion standar.
1. Klik link ini: http://www.injector.com/injectorselection.php
2. Scroll ke paling bawah ke bagian kalkulator Injector flow rate conversions dan konversi angka 35 cc/min ke lbs/hr (pon per jam, inget ga jaman SD satu pon sama dengan berapa kg?). Didapat angka 35cc/min sama dengan 3.3 lbs/hr.

3. Scroll lagi ke atas ke bagian kalkulator Fuel injector max capacity worksheet dan masukin angka 3.33 lbs/hr untuk mencari tahu berapa daya maksimum yang bisa dikeluarkan oleh injektor tersebut. Didapat angka 5.3hp. Jangan lupa bahwa hanya ada satu injektor di mesin Vixion (Number of injectors = 1) dan mesin Vixion adalah naturally aspirated (BSFC = 0.50).


Jadi dari kalkulasi kita, injektor Vixion standar yang "katanya" punya flow-rate 35 cc/min cuma sanggup mendukung daya maksimal 5.3 hp. Sementara itu kita tahu mesin Vixion sendiri punya daya sekitar 16hp. Kesimpulannya, TIDAK MUNGKIN flow-rate injektornya cuma 35cc/min. Pasti angka flow-rate aktualnya lebih besar dari itu. Ini dengan asumsi duty cycle maksimal 80%. Kenapa? Di atas 80% biasanya sudah terlalu membebani koil elektromagnet di dalam injektor dan dikhawatirkan akan terlalu panas karena terlalu lama dialiri arus listrik.

Apa sih duty cycle itu? Begini, injektor itu kan bekerjanya on-off selama berulang-ulang kali. Ketika dialiri arus listrik, klep elektromagnet di ujung injektor akan membuka dan bensin disemprotkan melalui lubang nozzle-nya. Sebaliknya, ketika arus listrik dihilangkan, klep menutup dan bensin tidak lagi menyemprot. Duty cycle adalah perbandingan lama waktu on dibandingkan total lama waktu on + off. Jadi:

Duty Cycle = panjang periode on / (panjang periode on + panjang periode off)

Sebagai contoh, lama waktu on 20 milisekon dan kemudian off selama 8milisekon.
Duty Cycle-nya berarti 20 / (20 + 8) = 71%.

Argumen kedua:
-->Di bagian ini, gw akan balik proses kalkulasinya. Kita akan cari berapa flow rate injektor minimum supaya bisa mendukung mesin Vixion dengan daya 16hp.
1. Dari link yang sama, cari bagian Fuel Injector Size Worksheet.
2. Masukin Engine Horsepower = 16, BSFC = 0.5, Number of Injectors = 1 dan Injector Duty Cycle = 0.8.
3. Klik Calculate Injector Flow Rate.


Hasilnya adalah 105cc/min.. Jauh kan dari angka 35cc/min yang dikasih sama si penjual? Inget 105cc/min ini adalah angka flow-rate minimum yang dianjurkan. Biasanya pabrikan akan memberikan injektor dengan flow-rate sedikit lebih besar supaya ada jarak aman dan untuk antisipasi modif mesin ringan yang akan menaikkan daya mesin.

Jadi berapa aktual flow-rate yang dipasang di mesin Vixion? Sayangnya, angka flow-rate ini tidak dicantumin di service manual Vixion. Untuk mencari tahu aktualnya, kita harus ngetest dengan alat injektor tester tapi sekedar info aja nih, gw pernah baca di salah satu tabloid motor sini, flow-rate aktualnya adalah 125 cc/min. Angka ini menurut gw masih cukup masuk akal. Gw juga pernah lihat iklan injektor racing merek SRP di tabloid yang sama bahwa flow-rate injektornya adalah 155cc/min. Masuk akal kan? Ga mungkin kan injektor racing punya flow lebih kecil daripada injektor standar?

Trus dari mana dong penjualnya dapat angka 35cc/min? Masa penjualnya ngasih angka ngasal? Begini, gw tahu si penjual ini dapat angka tersebut dari mesin injektor tester di bengkel dia sendiri.. tapi.. gw curiga ada setelan injektor tester yang dilupakan sama si penjual, yaitu:

1. Pastikan tekanan bensinnya sesuai standar Vixion yaitu 36.5 psi atau 2.5 bar.
Tekanan bensin ini berasal dari pompa bensin dan dijaga konstan sama fuel pressure regulator yang nempel di fuel pump assy Vixion. Jangan lupa bensin yang keluar dari injektor bisa berbentuk kabut/spray karena bensinnya bertekanan tinggi. Semakin rendah angka tekanan bensin, semburan bensinnya akan semakin pelan dan akhirnya flow rate yang terukur akan seolah-olah mengecil. Makanya injektor aftermarket biasanya selain memberitahu flow ratenya, juga akan selalu memberitahu berapa tekanan bensinnya. Misalnya 125cc/min @ 36.5 psi atau 250cc/min @ 3 bar.

2. Jangan lupa bahwa alat injektor tester punya setelan Duty Cycle. Seperti yang gw bilang, Flow rate adalah berapa banyak bensin yang bisa disemprotkan oleh injector tersebut selama satu menit dengan kontinu dan dengan tekanan bensin tertentu. Perhatikan kata kunci "dengan kontinu". Ini artinya Duty Cycle 100% alias on terus. Berhubung sangat tidak dianjurkan untuk mengalirkan arus ke injektor selama satu menit secara terus menerus (koilnya bisa panas dan rusak bro..). Biasanya kita set Duty Cycle ke angka yang aman dan alatnya dihidupkan selama semenit. Nanti berapa cc bensin yang terukur di gelas ukur akan dikalikan dengan Duty Cyclenya supaya dapat flow rate aktualnya. Misalnya kita set Duty Cycle ke 50% dan kita test selama semenit. Setelah selesai ternyata bensin yang ada di gelas ukur sebanyak 60cc. Angka flow rate aktualnya adalah 60cc x (100/50) = 120 cc/min.


Jadi berapa dong flow rate injector yang gw beli? Ga mungkin cuma 98 cc/min kan? Betul, tidak mungkin cuma segitu.. Untuk tahu angka flow rate aktualnya, kita harus menebak angka Duty Cycle alat injector tester si penjual. Gimana caranya? Gampang..

Duty Cycle Aktual = flow rate terukur / flow rate aktual.
Kita tahu flow rate terukur adalah 35cc/min dan flow rate aktual menurut tabloid adalah 125 cc/min. Jadi Duty Cycle yang diset di alat si penjual adalah 35/125 = 0.28 atau 28 persen.

Akhirnya gw bisa menebak angka flow rate injector Maxtreme yang gw beli. Menurut seller angkanya adalah 98cc/min. Dengan demikian, angka flow rate aktualnya adalah 98 x (100/28) = 350cc/min. Gede juga ya.. Menurut kalkulator injektor yang ada di link yang gw kasih, 350cc/min bisa support sampai maksimal sekitar 53 hp. Gile.. Klo gw set turbonya ke 2 Bar aja sepertinya mesin Tiger gw belum tentu dapet 53 hp..

By the way, semoga dari artikel ini, yang baca blog gw jadi lebih ngerti bahwa yang penting itu bukan jumlah lubang nozzle tapi flow rate injector tersebut.. Karena flow rate itulah yang menentukan berapa daya maksimum mesin. Bisa aja lho ketemu injector 6 lubang dengan flow 200cc/min.. Lubang lebih banyak belum tentu flow-rate lebih besar.. Sayangnya, masih banyak yang salah kaprah. Kebanyakan cuma ngasih tahu jumlah lubangnya.. Yah nasib..